Go International melalui Pendaftaran Merek Protokol Madrid

Go International melalui Pendaftaran Merek Protokol Madrid

Dalam upaya diplomasi ekonomi, Indonesia resmi menjadi anggota yang ke-100 dan sudah mengaksesi Protokol Madrid sejak 2 Oktober 2017 untuk memperoleh kemudahan bagi produk Indonesia meluas ke pasar dunia dan pastinya kekayaan intelektual atas mereknya mendapat kepastian perlindungan.  Pemerintah juga berupaya mengembangkan kekayaan intelektual, berdasarkan global innovation index yang memasukkan Indonesia pada posisi ke-7 di wilayah ASEAN.

Protokol Madrid adalah perjanjian internasional yang disepakati oleh negara-negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO) (1989) yang merupakan penyempurnaan dari Madrid Agreement (1891).  Jumlah anggota yang sudah tergabung dalam Protokol Madrid adalah 116 negara.  

Protokol Madrid merupakan suatu sistem administrasi pendaftaran merek internasional melalui kantor kekayaan intelektual setempat untuk memperoleh perlindungan merek di wilayah negara-negara tujuan yang diinginkan oleh pemilik merek tersebut.  Protokol Madrid tidak bersifat substantif dan hanya memberikan jalur alternatif bagi pemilik merek untuk mendaftarkan mereknya di luar negeri.

Sementara ini negara-negara Asia Tenggara yang belum meratifikasi kesepakatan ini adalah Malaysia, Myanmar dan Timor Leste.

Adapun persyaratan Permohonan Merek Intenasional dengan mekanisme Protokol Madrid adalah:

  1. Sudah memiliki merek yang terdaftar atau sedang dalam pengajuan permohonan pendaftaran di Indonesia
  2. Pemohon adalah warga negara Indonesia
  3. Pemohon berdomisili/tempat kedudukan hukum di wilayah Indonesia.
  4. Memiliki kegiatan usaha industri/komersial yang nyata di Indonesia.

 

Tahapan Protokol Madrid sebagai berikut:

Tahap 1 :

Mengajukan permohonan di Indonesia dan beberapa negara tujuan yang akan dimintakan perlindungan atas mereknya.

 

Tahap 2 :

WIPO akan melakukan pemeriksaan formalitas, mencatatkan dan mengumumkan permohonan pendaftaran internasional dalam registrasi, menerbitkan sertifikat pendaftaran dan mengirimkan permohonan tersebut ke negara-negara yang dituju.

 

Tahap 3 :

Kantor Merek negara tujuan akan melakukan pemeriksaan substantif dari merek yang akan dimintakan perlindungan.  Pemeriksaan substantif dilakukan sesuai dengan UU nasional negara tujuan dalam jangka waktu paling lama 12/18 bulan.

 

 

Bagi pemilik merek di Indonesia yang ingin memperluas bisnisnya ke luar negeri (go international) dapat memilih mekanisme Protokol Madrid ini dalam pendaftaran mereknya, untuk lebih detil silahkan menghubungi kami, kami siap membantu .






picture : wikipedia

Admin January 02, 2019 Merek

Share Post

Comments

  • No Comments

Add Comment